All-In-One : Sebuah Harapan dan Pengakuan

Beberapa tahun terakhir ini, bepergian, bervakansi ataupun melancong -dalam sajian kata berbeda- kian marak. Sangat marak, bahkan menjadi sebuah lifestyle atau bagian dari gaya hidup bila tidak disebut sebagai kebutuhan primer keempat, setelah sandang, pangan, dan papan. Hei, siapa yang tidak suka berlibur ? Mencelupkan diri ke berbagai pengalaman baru : menikmati dunia luar yang terlepas dari rutinitas, melompat dari zona aman dan nyaman, mencicip makanan lokal, mengamati berbagai kebiasaan penduduk sekitar. Bukankah itu menyenangkan ? Begitu pula dengan saya. Waktu kuliah dulu dengan uang jajan yang pas-pasan pernah menyusun rencana bepergian ke sebuah air terjun di Bogor saat liburan semester. Sederhana. Dan dari sanalah kecintaan saya dengan perjalanan dan alam bermula.
Beberapa tahun kemudian saya menjelma sebagai seorang pejalan yang menyelipkan aktivitas di ruang terbuka sebagai agenda utama dalam tiap perjalanan. Melangkah di puncak-puncak gunung, bermain di pesisir pantai, menelusuri jejak sejarah di masa lampau, menyaksikan indahnya pemandangan yang ditawarkan saat matahari merekahkan sinar dan kembali merebah ke peristirahatannya, melepas tawa bersama teman-teman baru di sebuah bukit. Semua pengalaman itu terangkum manis dalam hati dan memori. Walaupun, segala kesenangan itu harus ditebus dengan bekerja keras dan menabung. I’d rather spend my money on traveling than buy “luxury” things.
Kata mewah itu relatif bagi setiap orang. Namun, pengalaman backpacking saya selalu terasa “mewah”. Karena :
  • tidak masalah menempuh perjalanan dengan berbagai moda transportasi : bis, kereta, kapal, dan pesawat
  • tidak picky dimanakah harus bermalam. Jejaring pertemanan modern memudahkan saya mendapatkan tumpangan akomodasi saat bepergian
  • tidak mesti makan makanan di Restoran. Asalkan dapat mencicip makanan lokal itu sudah lebih dari cukup, dan
  • paling enggan membelikan oleh-oleh atau buah tangan. Biasanya terbatas untuk orang-orang spesial. Cerita pengalaman dan foto-foto perjalanan jauh lebih “mahal” dari sekadar oleh-oleh buatan Cina -padahal tidak dibeli di Cina- ; selain kiriman kartu pos setempat.
Lantas, bukan berarti saya melulu menerapkan “kemewahan” pada hal-hal tersebut di atas. Sesekali menginap di hotel, makan di restoran, atau membelikan oleh-oleh, tidak ada salahnya. Sensasi nikmatnya bertualang dan santainya berlibur pernah saya rasakan. Bagaimanapun gaya perjalananmu menjadi tidak penting lagi. Karena perjalanan itu sendiri memiliki rasanya masing-masing, mau dikemas dengan gaya koper atau ransel.
Tanpa bermaksud mengkategorikan diri, saya memilih untuk menjadi seorang independent backpacker, kemanapun saya melangkah. Semakin ingin bepergian, semakin saya harus menabung, maka ada hal-hal yang dikorbankan. Benturan itu membuat pengalaman dan sejarah tercipta. Hehehe. Sejauh ini, saya ditemani Dearie, backpack biru 55 liter kesayangan yang terlanjur menarik hati saya tiga tahun lalu. Bersamanya, saya menuai momen-momen pahit dan manis selama perjalanan, antara lain : hiking, menelusuri garis pantai, menapaki bukit, hingga tersesat. Dan, Dearie pun yang tetap saya pilih untuk membawa setumpuk pakaian saat mama harus dirawat karena penyakit kronisnya.
Sampai pada suatu Jumat di musim hujan itu, 24 Januari 3 bulan yang lalu, Ia harus dipanggil sang pencipta kembali bersamaNya.
Hati saya patah, pun semangat saya ikut patah bersamanya. Rasa-rasanya belum banyak hal yang bisa saya lakukan untuk menyenangkan hati Mama. Saya menjadi malas keluar rumah dan tidak seantusias dulu untuk bepergian. Saya kehilangan semangat dan belum tertarik untuk memulai aktivitas rutinitas kantoran seperti dulu.
“Kehilangan adalah keputusan Tuhan yang harus dipatuhi, meskipun hatimu patah !” , begitu katanya.
Entah roh apa yang menggerakkan saya menuliskan ini. Saya ingin merekam kenangan, memulai lembaran baru, mencecap pengalaman mewah dalam arti yang sebenarnya, luar biasa. Bersantai di salah satu kamar hotel Resort ternama, melepas tawa di taman hiburan berkelas seperti Universal Studio, bermain-main air dan berseluncur air seperti seorang anak kecil di Adventure Cove Waterpark dan melihat akuarium raksasa bawah laut di S.E.A Aquarium dan masih banyak atraksi lainnya. Semua itu sekaligus bisa saya dapatkan di Resort World Sentosa, Singapore’s first integrated resort. All in One. Sounds exciting ? *sodorinmic* YESSSS !!!
Kemudian pulang dengan segenggam harapan agar mendapatkan kembali energi dan semangat seperti sedia kala yang kini lenyap entah kemana.

 

The Blue Sea Jelly at S.E.A Aquarium, lihat langsung dari jarak dekat, tanpa diving !

The Blue Sea Jelly at S.E.A Aquarium, lihat langsung dari jarak dekat, tanpa diving !

 foto dari sini

Seluncuran sore-sore itu nikmatnya seperti apa ya ? Ke Adventure Cove Waterpark yuk !

Seluncuran sore-sore Dueling Racer itu nikmatnya seperti apa ya ? Ke Adventure Cove Waterpark yuk !

 foto dari sini

Pergi ke tempat baru dan mendapatkan teman baru selalu dan selalu menjadi ketertarikan tersendiri. Saya ingin bertemu langsung dan mendengarkan kisah perjalanan Adam dan Susan dari PergiDulu di Armenia negara impian saya dan berjalan 800 km di rute ziarah tertua di dunia, Camino de Santiago, karena membacanya di blog tidak pernah terasa cukup. Sambil sesekali berteriak-teriak senang bersama atas nama kebebasan.
Seperti Mama yang telah bebas menempati resort mewahnya , di Surga.
p.s :

 

Dear Susan, kalau kamu tahu, saya yang melakukan "kebodohan" ini beberapa waktu lalu. Semoga kita bisa salaman di kehidupan nyata yaa.. Hehehee..

Dear Susan, kalau kamu tahu, saya yang melakukan “kebodohan” ini beberapa waktu lalu. Semoga kita bisa salaman di kehidupan nyata yaa.. Hehehee..

Dear Adam,

Dear Adam, I’ve asked you this once. And keep my finger crossed that one day i’ll be going to Armenia !

 

Advertisements

2 thoughts on “All-In-One : Sebuah Harapan dan Pengakuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s