#Misi31

Saya. Pada suatu siang di penghujung bulan November 2012 tenggelam dalam timeline twitter dari Father James Martin,SJ. Mengapa beliau ? Bagi saya tweetnya very inspiring and most of all got me deep thinking. Otak saya menerawang seketika membaca sebuah tweetnya :

“God just gave you a day. What did you do with it ? What would you like to have done with it ? Will that change what you do tomorrow ?

Dan tiba-tiba saya ingat Misi21. Kamu pernah dengar @Misi21 nya Rene Suhardono ? Dalam bukunya The Journey to Be Ultimate U, Misi 21 itu sebuah gagasan atau bisa juga komitmen keluar dari penjara pikiran dengan melakukan hal baru dan menikmati hidup.

“Only happy people can make other people happy. Kalau punya pilihan untuk bahagia atau sebaliknya, saya yakin 100% orang normal akan memilih kebahagiaan. Problemnya seringkali orang menutup pilihan untuk menjadi happy atas nama kebutuhan, kewajiban, dan keharusan. Problem ini bisa dengan mudah dipecahkan saat meyakini bahwa happiness adalah soal pilihan dalam pikiran dan hati. Dan bahwa pilihan itu selalu terbuka.” (hal.105)

Setiap orang punya definisi masing-masing tentang kebahagiaan. Saya sependapat dengan ‘dalil’ Ralph Marston tentang kebahagiaan :

Happiness is a choice, not a result. Nothing will make you happy until you choose to be happy. No person will make you happy unless you decide to be happy. Your happiness will not come to you. It can only come from you.

Pemahaman saya, kebahagiaan itu masalah pilihan pribadi dan pilihan itu ada karena diciptakan. In short, bahagia itu masalah kreativitas. Terus apa hubungannya bahagia, Misi21 dan #Misi31 ?

Sebenarnya Misi31 ini adaptasi ide Misi 21 yaitu melakukan satu hal baru yang berbeda-beda setiap harinya selama 21 hari.  Mengapa jadi Misi 31 ? Karena saya melakukan modifikasi dalam beberapa hal antara lain : hal baru yang akan dilakukan itu bisa ide-ide baru, hal-hal yang tidak biasa saya lakukan, ataupun niat baik yang ingin saya lakukan. Hal-hal tersebut bisa spontan, sudah direncanakan sebelumnya atau niat lama yang belum sempat terealisasi. Selain itu saya menambah sepuluh hari lagi karena (bukan kebetulan) kalau saya ingin melakukannya selama bulan Desember ini. Entah mengapa, saya menyukai bulan ini lebih daripada bulan-bulan lainnya, (end of year, holiday season, meski PEAK season untuk kerjaan). Pun, penting rasanya untuk sekaligus merefleksikan aktivitas yang saya lakukan dalam misi ini sebagai refleksi akhir tahun. How time flies so fast 🙂

Why did you look so gloomy, Hachiko ? It’s December already. Christmas is coming soonest 😀

Hachiko Gloomy

Tujuan Misi 31 ini tentunya agar hidup lebih hidup, lebih berwarna dan tentu lebih kreatif karena berdasarkan penelitian, otak kita menyukai hal-hal yang baru. Jelas. Selanjutnya, saya akan mencatatnya selama 31 hari bahwa saya melakukan sesuatu yang out of ordinary (hello there, dengan kacamata saya tentunya). Tantangannya agar kita dapat keluar (mungkin loncat ?) dari comfort zone, dan terutama tantangan terbesar bagi saya adalah waktu. Sehingga, model ide, gagasan ataupun niat saya akan selalu berelasi dengan waktu. So little time, so much to do. A cliché one. Semoga usaha ini pun dapat merubah kebiasaan buruk yang saya lakukan dalam hidup baik sengaja atau tidak yang sedikit atau banyak, sadar atau tidak sadar dapat mengurangi kadar kebahagiaan. Lainnya, agar saya lebih menyadari cinta dan berkatNya yang senantiasa berlimpah yang terkadang muncul dalam kepingan pengalaman yang seringnya berlalu begitu saja.

Komitmennya, sedapat mungkin saya berusaha mencatat apa saja yang terjadi baik secara proses maupun hasil dari misi ini. Quotes, words atau track of the day pilihan, akan menjadi feature tambahan terutama karena salah satunya bisa saja bersentuhan dengan misi atau refleksi pun hanya random thoughts. Hehehe. Jadi, doakan yaaa semoga niat ini sekaligus dapat memperbaiki kualitas hidup. Tertarik untuk mencoba ?

Silahkan lhoooo 🙂

“Three grand essentials to happiness in this life are something to do, something to love and something to hope for.” (Joseph Addison)

*Ditemukan dalam salah satu refleksi di Agenda Domus Cordis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s